posted by | on Blog | Comments Off on Orang Indonesia Rentan Tulang Keropos

Tulang orang Indonesia sangat mudah keropos. Kurang asupan kalsium, tak banyak bergerak, dan kurang paparan sinar matahari menjadi penyebab utama. Pola makan tinggi karbohidrat dan kurangnya kegiatan yang tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat membuat tulang orang Indonesia cepat keropos.

Puncak kepadatan massa tulang orang Indonesia tercapai pada umur 20-29 tahun untuk pria dan 30-39 tahun bagi perempuan. Usia puncak massa tulang orang Indonesia lebih lambat 6-8 persen dibandingkan bangsa lain.

Tubuh butuh 1.000-1.500 miligram (mg) kalsium per hari, tetapi konsumsi kalsium orang Indonesia rata-rata hanya 300 mg per hari. Kalsium adalah materi yang mudah berikatan dengan protein atau natrium sehingga gampang terbuang dari tubuh. Dari seluruh kalsium yang dikonsumsi, hanya separuh diserap tubuh.

Aktif bergerak dan paparan sinar matahari akan membantu penyerapan kalsium. Karena itu, olahraga dan beraktivitas di luar ruang perlu rutin dilakukan.

Tulang perempuan lebih cepat keropos daripada pria. Saat menopause, usia 40-50 tahun, massa tulang perempuan akan turun drastis. Pengeroposan tulang pria terjadi pada usia 70-an tahun.

Prevalensi osteoporosis perempuan Indonesia tahun 2006 mencapai 23 persen untuk umur 50-80 tahun. Prevalensi naik menjadi 53 persen pada usia 70-80 tahun.

Penderita osteoporosis berisiko patah tulang. Patah/retak tulang punggung akibat osteoporosis lebih kerap terjadi dibandingkan dengan retak tulang pinggul. Retak tulang pinggul lebih lebih mudah didiagnosis, tetapi lebih berbahaya.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 50 persen pasien retak tulang pinggul cacat seumur hidup. Kematian akibat retak tulang pinggul mencapai 30 persen pada tahun pertama. Kematian tidak dipicu keretakan tulang, tetapi akibat komplikasi selama masa tirah baring, seperti pneumonia atau trombosis vena dalam.

Oleh sebab itu mulai sekarang cukupi asupan kalsium harian Anda dan rutinlah berolahraga 🙂

Tags: , , , ,